Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 28 Oktober 2011

IMPLIKATUR PENGGUNAAN BAHASA DALAM KOMENTATOR SEPAK BOLA DI ANTV

A. PENDAHULUAN

1. Latar belakang Masalah

Komunikasi adalah hal mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal tersebut muncul dan berkembang seiring dengan besarnya manfaat komunikasi yang didapatkan manusia. Manfaat tersebut berupa dukungan identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar kita, baik itu lingkungan rumah, sekolah, kampus maupun lingkungan kerja (Mulyana, 2001: 4).
Selain itu, komunikasi digunakan untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. Jadi, komunikasi dapat berkembang dengan bertukarnya informasi yang dimiliki oleh setiap manusia. Tindakan komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Ada yang dilakukan secara langsung seperti percakapan tatap muka dan yang dilakukan secara tidak langsung seperti komunikasi lewat medium atau alat perantara seperti surat kabar, majalah, radio, film, dan televisi. Media televisi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peradaban kehidupan manusia, hampir dalam keseharian manusia selalu berhubungan dengan media komunikasi massa yang paling berpengaruh ini.
Ketika menginginkan informasi, manusia dapat menonton siaran berita di televisi, juga ketika orang ingin memperoleh hiburan, maka televisi selalu dapat menyajikan tayangan-tayangan hiburan yang menarik. Dengan menonton televisi maka akan banyak hal baru yang dapat diketahui manusia. Singkat kata, kini manusia hidupnya sudah sangat bergantung dengan media televisi. Siaran televisi telah memungkinkan masyarakat luas dapat dengan cepat dan mudah mengetahui berbagai perkembangan mutakhir yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Siaran TV juga mempunyai daya jangkau yang luas dan mampu menembus batasan wilayah geografis, sistem politik, sosial, dan budaya masyarakat pemirsa. Televisi potensi sebagai salah satu unsur yang bisa mempengaruhi sikap, pandangan, gaya hidup, orientasi dan motivasi masyarakat.
Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Berbagai jenis program itu dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu: (1) program informasi (news), (2) program hiburan (non news/entertainment). Program informasi kemudian dibagi lagi kedalam jenis berita keras (hardnews) yang merupakan laporan berita terkini yang harus segera disiarkan. Dan berita lunak (softnews) yang merupakan kombinasi dari fakta, gossip dan opini. Sementara program hiburan terbagi atas tiga kelompok besar yaitu: musik, drama, permainan (gameshow), pertunjukkan dan sport (Morrisan, 2005: 100).
Sepakbola merupakan olahraga popular dan merakyat di muka bumi ini, tentu saja karena banyak diminati setiap orang. Tayangan sepakbola sendiri bisa dinikmati untuk segala jenis usia, baik anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua. Namun demikian, tidak bisa dipungkiri, bahwa fenomena sepakbola memang bisa membuat kita terpana. Sepakbola telah menjelma menjadi ideologi universal di muka bumi.
Dengan banyaknya tayangan sepakbola di televisi, orang sanggup untuk duduk berjam-jam di depan televisi. Bahkan rela bangun tengah malam untuk menyaksikan tim kesayangannya bermain dan tidak memikirkan resiko apa yang akan didapat apabila pada pagi harinya akan melakukan suatu aktivitas. Bagi stasiun televisi itu sangat menguntungkan karena stasiun televisi sendiri bisa mendapatkan penonton yang banyak dengan rating yang besar. ANTV sebagai salah satu stasiun televisi di Indonesia memanjakan pemirsanya dengan tayangan langsung pertandingan sepakbola nasional dari ajang Djarum Indonesia Super League, yang melibatkan 15 klub terbaik.
Secara rinci alasan dipilihnya komentator sepak bola di Antv sebagai objek kajian penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Sepak bola menjadi hal yang paling digemari semua masyarakat di penjuru dunia.
b. Banyak televisi yang menyiarkan secara langsung pertandingan sepak bola.
c. Komemtator sepak bola adalah sebagai pengantar informasi dari kejadian yang terjadi dilapangan kepada pemirsa dilayar kaca. Sehingga komentator sepak bola harus bisa membuat atmosfir di layar kaca sesuai dengan atmosfir dilapangan.

2. Identifikasi masalah
1. Bentuk tuturan yang mengandung implikatur percakapan pada komentator sepak bola di Antv .
2. Implikatur yang terjadi pada bahasa yang diucapkan oleh komentator sepak bola di Antv.
3. Faktof yang mengakibatkan adanya pemakain implikatur pada percakapan komentator sepak bola di Antv.
4. Tujuan pemakaian ilplikatur pada percakapan komentator sepak bola di Antv.
3. Pembatasan masalah
1. Bentuk tuturan yang mengandung implikatur percakapan pada komentator sepak bola di Antv .
2. Implikatur yang terjadi pada bahasa yang diucapkan oleh komentator sepak bola di Antv.
3. Faktof yang mengakibatkan adanya pemakain implikatur pada percakapan komentator sepak bola di Antv
4. Rumusan masalah
1. Bagaimana bentuk tuturan yang mengandung implikatur percakapan pada komentator sepak bola di Antv ?
2. Bagaimana Implikatur yang terjadi pada bahasa yang diucapkan oleh komentator sepak bola di Antv?
3. Apa saja faktof yang mengakibatkan adanya pemakain implikatur pada percakapan komentator sepak bola di Antv?

5. Tujuan penelitian
1. Mengidentifikasi bentuk tuturan yang mengandung implikatur percakapan pada komentator sepak bola di Antv.
2. Mendeskripsikan Implikatur yang terjadi pada bahasa yang diucapkan oleh komentator sepak bola di Antv.
3. Mengetahui faktof yang mengakibatkan adanya pemakain implikatur pada percakapan komentator sepak bola di Antv.
6. Manfaat penelitian
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini dilaporkan agar dapat memberikan masukan (sumbangan pikiran) dan memperkaya ilmu pengetahuan khususnya dalam studi bahasa Indonesia terutama yang menyangkut tentang ilmu pragmatik, dalam hal ini menyangkut implikatur percakapan komentator sepak bola di Antv.


2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat membantu peneliti lain di dalam usahanya untuk memperkaya wawasan ilmu pragmatik dan mengetahui hal-hal yang terungkap dalam implikatur percakapan, khususnya implikatur percakapan komentator sepak bola di Antv. B. KAJIAN PUSTAKA

1. Penelitian Relefan
Penelitian mengenai implikatur percakapan sudah banyak dilakukan diantaranya dapat dipaparkan yaitu skripsi Chotamul Hidayah berjudul “Implikatur Percakapan dalam Pembelajaran di SD Plus Al Firdaus Surakarta (Kajian Pragmatik)”. Hasil penelitiannya adalah (1) tuturan yang mengandung implikatur pada pembelajaran di SD Plus Al Firdaus Surakarta berjenis tindak tutur asertif, direktif, komisif, maupun ekspresif. Tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang banyak ditemukan, (2) dalam penerapan prinsip kerjasama (PKS) dan prinsip kesopanan pada implikatur percakapan dalam pembelajaran di SD Plus Al Firdaus Surakarta terjadi pelanggaran terhadap maksim kuantitas, kualitas, relevansi, maupun cara. Pelanggaran terhadap maksim-maksim kerjasama tersebut sebagian besar diciptakan untuk menerapkan maksim-maksim prinsip kesopanan, (3) implikatur percakapan dalam pembelajaran di SD Plus Al Firdaus Surakarta memiliki fungsi kompetitif (competitive), menyenangkan (convivial), bekerjasama (collaborative), dan bertentangan (conflictive). Dari keempat fungsi tersebut, fungsi kompetitif paling banyak ditemukan.

Skripsi Anwar dengan judul “Analisis Penggunaan Implikatur Percakapan Antara Resepsionis dan Tamu Check In di Guest House Paradiso Surakarta ”. Hasil penelitiannya yaitu (1) Implikatur yang tercipta berbeda antara tuturan yang satu dengan yang lain. Hal itu disebabkan adanya fakta berbeda yang terjadi di setiap percakapan, (2) semua percakapan yang dibahas dalam analisis mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan teori prinsip kerjasama Grice. Dalam percakapan tersebut memang maksim-maksim kerjasama Grice bersifat mengambang sehingga kerjasamanya bersifat kasat mata. Namun demikian, para resepsionis telah mampu menggunakannya dan memposisikannya secara benar.

2. Kajian Teori
a) Pengertian Pragmatik
Pragmatik adalah satu cabang dari linguistik yang menjadi objek bahasa dalam penggunaanya, seperti komunikasi lisan maupun tulis. Menurut Lecch (Wijan,1996:3)pragmatik sebagai cabang ilmu bahasa yang mengkaji penggunaan bahasa berintegrasi dengan tata bahasa yang terdiri dari fonologi,morfologi,sintaksis dan semantik. Didalam bahasa pragmatik terkadang juga memperhatikan suara dan struktur kalimat beserta makna kalimat tersebut.
Wijan (1996:2) menjelaskan bahwa makna yang dikaji oleh prakmatik adalah makna yang terikat. Semantik tidak bisa dipisahkan dengan kajian pemakaian bahasa. Konteks tuturan dalam bentuk yang berbeda dapat mempunyai arti yang sama, sedangkan tuturan yang sama dapat mempunyai arti atau maksud yang lain.
b) Peristiwa Tutur
Dala studi pragmatik terdapat pula peristiwa tutur. Peristiwa tutur merupakan faktor lain yang mempengaruhi bentuk makna dan makna wacana. Menurut Yule (2006:99) peristiwa tutur adalah suatu kegiatan di mana peserta berinteraksi dengan bahasa dalam cara-cara konvensional untuk mencapai satu hasil.
c) Situasi tutur
Situasi tutur dibutuhkan untuk memahami satu bahasa dimana peristiwa tutur itu terjadi. Tuturan agar dapat dipahami menurut Leech (Wijan,1996:10) menyebutkan sejumlah aspek yang senantiasa harus dipertimbangkan dalam rangka studi prakmatik.
d) Pengertian Implikatur
Istilah ‘implikatur’ dipakai oleh Grice untuk menerangkan apa yang mungkin diartikan, disarankan atau dimaksudkan oleh penutur, yang berbeda dengan apa yang sebenarnya dikatakan oleh penutur (Brown danYule, 1996: 31). Dalam suatu tindak percakapan, setiap bentuk tuturan (utterance) pada dasarnya mengimplikasikan sesuatu. Implikasi tersebut adalah proposisi yang biasanya tersembunyi di balik tuturan yang diucapkan, dan bukan merupakan bagian dari tuturan tersebut. Pada gejala demikian tuturan berbeda dengan implikasi (Wijana, 1996: 37). Adanya perbedaan antara tuturan dan implikasi kadang-kadang dapat menyulitkan mitra tutur untuk memahaminya, namun pada umumnya antara penutur dan mitra tutur sudah saling berbagi pengalaman dan pengetahuan sehingga percakapan dapat berjalan dengan lancar. Dengan demikian, implikatur mengisyaratkan adanya perbedaan antara tuturan dengan maksud yang ingin disampaikan.
Menurut Wijana (1996: 38), dengan tidak adanya keterkaitan semantik antara suatu tuturan dengan yang diimplikasikan, maka dapat diperkirakan bahwa sebuah tuturan akan memungkinkan menimbulkan implikatur yang tidak terbatas jumlahnya. Dalam contoh (1), (2), dan (3) berikut ini terlihat bahwa tuturan (+) Bambang datang memungkinkan memunculkan reaksi yang bermacam-macam Rokoknya disembunyikan, Aku akan pergi, dan Kamarnya dibersihkan. Masing-masing reaksi itu memunculkan implikasi yang berbeda-beda.
(1) + Bambang datang
- Rokoknya disembunyikan
(2) + Bambang datang
- Aku akan pergi dulu
(3) + Bambang datang
- Kamarnya dibersihkan
Jawaban (-) dalam (1) mungkin mengimplikasikan bahwa Bambang adalah perokok, tetapi ia tidak pernah membeli rokok. Merokok kalau ada yang memberi, dan tidak pernah memberi temannya, dan sebagainya. Jawaban (-) dalam (2) mungkin mengimplikasikan bahwa (-) tidak senang dengan Bambang. Akhirnya jawaban (-) dalam (3) mengimplikasikan bahwa Bambang adalah seorang pembersih. Ia akan marah-marah melihat sesuatu yang kotor. Penggunaan kata mungkin dalam menafsirkan implikatur yang ditimbulkan oleh sebuah tuturan tidak terhindarkan sifatnya sehubungan dengan banyaknya kemungkinan implikasi yang melandasi kontribusi (-)
dalam (1), (2), (3).
Menurut Levinson implikatur percakapan (conversational implcature) merupakan konsep yang cukup penting dalam pragmatik karena empat hal:
1) konsep implikatur memungkinkan penjelasan fakta-fakta kebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori linguistik.
2) konsep implikatur memberikan penjelasan tentang makna berbeda dengan yang dikatakan secara lahiriah.
3) konsep implikatur dapat menyederhanakan struktur dan isideskripsi semantik.
4) konsep implikatur dapat menjelaskan beberapa fakta bahasa secara tepat.
(http://lisadypragmatik.blogspot.com/2011/06/pragmatik-oleh-sidon.html).




Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
(4) A: Jam berapa sekarang?
B: Korannya sudah datang.
Kalimat (4A) dan (4B) tidak berkaitan secara konvensional. Namun, pembicara kedua sudah mengetahui bahwa jawaban yang disampaikan sudah cukup untuk menjawab pertanyaan pembicara pertama, sebab dia sudah mengetahui jam berapa koran biasa diantarkan. Marmo Soemarmo (1994:172) menyatakan bahwa kebanyakan dari apa yang diucapkan seseorang dalam percakapan sehari-harinya mengandung implikatur sebagai contohnya adalah percakapan dua orang yang duduk sebangku dalam bus kota sebagai berikut:
Hari itu sangat panas, apalagi dengan keadaan bus yang sesak. Salah satu orang diantara keduanya (peneliti andaikan sebagai B) mengeluarkan rokok dari sakunya dan merokok. Tidak lama kemudian muncullah percakapan seperti di bawah ini:
A: cuaca hari ini sangat panas
B: maaf . . . . . . .
Dengan mengerti implikatur yang ingin diungkapkan si A, si B memahami bahwa ujaran si A bukanlah ujaran yang memberikan informasi bahwa “cuaca hari ini sangat panas”, melainkan sebuah permintaan agar ia tidak merokok, maka ia pun meminta maaf dan mematikan rokoknya.


e) Jenis Implikatur
Grice, seperti diungkap oleh Thomas menyebut dua macam implikatur, yaitu:
1) Implikatur Konvensional
Implikatur konvensional merupakan implikatur yang dihasilkan dari penalaran logika, ujaran yang mengandung implikatur jenis ini, seperti diungkap oleh Gunarwan (2004:14) dapat dicontohkan dengan penggunaan kata bahkan. Contoh:
(5) Bahkan Bapak Menteri Agama menghadiri sunatan anak saya.
Contoh (5) di atas merupakan implikatur konvensional yang berarti Bapak Menteri Agama biasanya tidak menghadiri acara sunatan.
2) Implikatur Konversasional
Implikatur Konversasional merupakan implikatur yang dihasilkan karena tuntutan konteks tertentu. Contoh:
(6) Saya kebetulan ke Inggris untuk studi selama dua tahun dan berangkat besok.
Contoh (6) di atas merupakan implikatur konversasional yang bermakna “tidak” dan merupakan jawaban atas pertanyaan maukah Anda menghadiri selamatan sunatan anak saya?.
(http://tulisanmakyun.blogspot.com/2011/06/linguistik pragmatik.html)
C. METODE PENELITIAN

1. Subjek dan Objek Kajian
Subjek penelitian atau populasi adalah merupakan tempat- tempat data yang diteliti ditemukan. Subjek atau populasi adalah keseluruhan individu dari segi-segi tertentu bahasa (Subroto,1992:32).Subjek dari dari penelitian ini adalah komentator sepak bola di Antv.
Objek penelitian atau sampel adalah sebgian dari satu populasi yang dijadikan objek penelitian langsung (Subroto,1992:32) Sedangkan Objek dari penelitian ini adalah bentuk tuturan komentator sepak bola di Antv.

2. Teknik pemerolehan data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian sangat penting. Penyediaan data merupakan upaya seorang peneliti dalam menyediakan data yang berkaitan langsung dengan masalah yang dimaksud (Sudaryanto, 1993 :5).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik rekam dan catat untuk memperoleh data. Teknik rekam adalah teknik yang dilakukan dengan perekaman yang menggunakan tape recorder tertentu sebagai alatnya. Teknik catat adalah teknik yang dilakukan pencatatan pada kartu data yang segera dilanjutkan dengan klasifikasi (Sudaryanto,1993:135)
Dalam penelitian ini, akan menggunakan teknik simak catat. Jadi dalam penelitian ini peneliti merekam percakapan komentator sepak bola di Antv. Setelah diadakan perekaman, menyimak tuturan-tuturan tersebut dan mentranskripsikannya dalam kartu data. Tujuan pentranskripsian ini adalah agar peneliti mudah mengamati data- data yang nantinya akan dianalisis.
3. Teknik analisis data
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, maka setelah data diklasifikasikan, peneliti menganalisis data dengan metode padan. Menurut Sudaryanto (1993:13-14), metode padan merupakan analisis data yang memiliki alat penentu di luar bahasa, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik referensial dan teknik prakmatis. Teknik referensial digunakan untuk mendeskripsikan bentuk bentuk implikatur, sedangkan teknik pragmatis digunakan untuk menjelaskan implikasi dan mengetahui faktor yang menyebabkan pemakaian implikatur.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah televisi. Yaitu siaran sepak bola yang ditayangkan oleh Antv, kemudian direkam dengan alat perekam. Langkah selanjutnya mencari data- data yang berhubungan dengan implikatur. Setelah data didapatkan kemudian data dianalisis dengan teori yang sudah ada. Terakhir adalah menyimpulkan hasil penelitian.
D. JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan Tujuan/ Minggu ke-
Penanggung jawab
1. Penyusunan draf unstrumen penelitian Memperoleh draf instrumen penelitian / Peneliti 1, 2, 3
1.1 Penentuan sempel penelitian Memperoleh sempel tuturan percakapan komentator sepak bola yang akan diteliti / Peneliti 3,4
2. Sosialisasi instrumen penelitian Memperoleh unstrumen penelitian yang siap untuk dipakai / Peneliti 5,6
3. Pengumpulan data
3.1 Pemilihan informal Mencari informasi program yang akan direkam / Peneliti 7,
3.2 Perekaman data Memperoleh data dalam bentuk rekama 8, 9
3.3 Pentranskripsian data Memperoleh data yang tela ditrankripsi ke dalam implikatur percakapan./ Peneliti 10, 11, 12
4. Analisis data
4.1 Analisis bentuk tuturan implikatur bahasa. Menganalisis data dengan tori bentuk tuturan implikatur bahasa / Peneliti 13, 14, 15
4.2 Analisis implikatur bahasa Menganalisis data dengan teori implikatur bahasa / Peneliti. 16,17,18
4.3 Analisis faktor implikatur bahasa Menganalisis faktor- faktor yang menyebabkan implikatur bahasa / Peneliti 19, 20,21
5. Pelaporan Tersususnya laporan penelitian/ Peneliti. 22
DAFTAR PUSTAKA


Anwar, Rofik. 2002. “Analisis Penggunaan Implikatur Percakapan Antara Resepsionis
dan Tamu Check in di Guest House Paradiso Surakarta”. Skripsi. Surakarta : Universitas Sebelas Maret

Brown, Gillian dan Yule, George. 1996. Analisis Wacana. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.

Hidayah , Chotamul. 2006. “ Implikatur Percakapan dalam Pembelajaran di SD Plus
Al Firdaus Surakarta (Kajian Pragmatik)”.Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Hidayah, Chotamul, dkk. 2005. “ Analisis Implikatur Percakapan dalam Pembelajaran
DiSekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) An Nur Gemolong Sragen”. Laporan Program Penelitian Inovatif Mahasiswa Provinsi Jawa Tengah. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Soemarmo, Marmo. 1994. PELLBA 7. Yogyakarta : Kanisius
Subroto, Edi. 1992. Pengantar Metode Penelitisn Linguistik Struktural. Surakarta :
Sebelas Maret Press.

Sudaryanto. 1992. Metode Linguistik; Ke Arah Memahami Metode Linguistik.
Yogyakarta: Gadjahmada University Press.

_________ . 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta
Wacana University Press.as Maret.

Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Penerbit Andi Ofset.
(http://lisadypragmatik.blogspot.com/2011/06/pragmatik-oleh-sidon.html).
(http://tulisanmakyun.blogspot.com/2011/06/linguistik pragmatik.html)
PROPOSAL PENELITIAN
IMPLIKATUR PENGGUNAAN BAHASA DALAM KOMENTATOR SEPAK BOLA DI ANTV
Disusun Oleh:
Yusuf Subekti
(08003023)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar